Terdapat pesan pada Shubuh nan jelita...
di mana mulanya pagi adalah..
dingin yang mulai menyusup dalam rahang jiwa
namun tak gentar diri dalam lamun alang angkasa...
Ingin kusampaikan yang tak teraba oleh mata namun nyata...
hanya hatiku bimbang untuk memulainya..bisakah kau aturkan masa?
untuk aku bisa memulainya barang sekata...
Embunku tak lagi terjaga...ia berteman dengan Shubuh yang akan berjelagabegitu pula denganku,...hanya aku tak dapat mulaibarang sekata....
Dan esok tetap akan jadi gubahan maknabahwa hari ini ingin kuungkap cinta....
di mana aku akan diam dan hanya berdiamberdialog dengan masa meski tak bersuara...
dan Shubuhku berpesan..
.cintailah yang berhak dicintasayangilah yang berhak dan pantas disayangi...
namun embunku menentukan pilihannya...
pada yang bernama mentari meski akhirnya ia sirna karenanya..
cinta embun dan mentari yang tak bersua namun indah dirasa...